Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Tahapan Beternak Jangkrik Untuk Pemula, Dijamin Panen 1000 Anakan

Berbicara soal jangkrik pastinya anda sudah terpikirkan akan bisnis maupun hobi. Jangkrik merupakan salah satu serangga yang dipelihara untuk diternakkan ataupun untuk di pelihara karena hobi saja.

Pada umumnya, orang-orang selalu menganggap sebelah mata akan bisnis jangkrik. Tapi nyatanya, anda dapat memperoleh omset hingga puluhan juta hanya dari bisnis ternak jangkrik saja loh.

Lebih lagi bila dalam menjalankan bisnis ternak jangkrik, anda menjalankan dalam skala besar. Tentunya itu akan sangat menguntungkan bagi anda.

Akan tetapi, dalam berbisnis jangkrik, kita harus tahu cara untuk membudayakan dan berternak jangkrik. Untuk pemula, banyak yang menganggap budidaya dan beternak jangkrik sangatlah susah, padahal itu sangatlah mudah.

Cara beternak dan budidaya jangkrik hingga panen anakan

5 Tahapan Beternak Jangkrik Untuk Pemula, Dijamin Panen 1000 Anakan

Untuk itu, kami telah merangkum 5 Langkah Cara beternak dan budidaya jangkrik dari menyiapkan kandang hingga panen anakan. Jika ingin tahu langkah-langkah apa saja yang harus dipersiapkan, silahkan simak dibawah ini.

1. Menentukan lokasi

Pada umumnya, jangkrik sukai dengan lokasi yang tenang, sunyi, dan teduh. Dan juga jangkrik sangat menyukai tempat dengan sirkulasi udara yang baik untuk penyesuaian suhu ruangan.

Dalam beternak jangkrik, disarankan untuk menghindari tempat yang ramai dan bising. Jadi, jauhkanlah tempat beternak jangkrik dari jalan raya ataupun tempat keramaian lainnya.

BACA JUGA: 10 langkah cara mengawinkan ikan cupang sampai panen anakan

Dan juga dalam beternak jangkrik, tempat budidaya tidak boleh terpapar sinar matahari secara langsung. Jadi, anda dapat menempatkan tempat budidaya ditempat yang gelap dan lembab.

2. Persiapan kandang

Dalam menyiapkan kandang budidaya jangkrik, anda dapat membuatkan kandang berbahan dasar kardus papan ataupun triplek. Untuk desain nya sendiri, buatlah kotak persegi panjang atau balok.

Dalam membuat tempat budidaya jangkrik, ukuran yang disarankan adalah panjang 100 cm, lebar 60 cm, dan tinggi antara 30 hingga 40 cm. 

Gunakan lem pada setiap sudut kandang agar jangkrik yang baru menetas tidak dapat kabur. Dan juga, tempelkan lakban di atas kandang atau jalan menuju keluar jangkrik diberi lakban semua.

Buatlah tutup yang dapat dibuka tutup agar dapat mengontrol kondisi di dalam tempat budidaya seperti suhu, kelembaban, makanan, dan minuman jangkrik.

Letakan mangkuk berisi air atau cairan lainnya di kaki-kaki tempat budidaya jangkrik agar tidak ada hama yang masuk seperti semut ataupun serangga lainnya.

Jauhkan tempat budidaya dari hewan apapun yang dapat menggangu proses budidaya seperti tokek ataupun cicak. 

Kelembaban di area tempat budidaya harus tetap di control. Anda dapat menyemprotkan atau menutup kandang dengan karung goni basah untuk menjaga kelembaban.

BACA JUGA: Cara menjodohkan burung kenari yang benar agar hasil maksimal

3. Pembibitan jangkrik

Dalam memulai beternak jangkrik, anda dapat memilih bibit jangkrik yang sehat dan tidak cacat ataupun sakit. Umur bibit jangkrik sekitar 10 hingga 20 hari.

Untuk mendapatkan indukan yang berkualitas, anda dapat memilih jangkrik hasil tangkapan alam. Karna jangkrik tangkapan alam biasanya memiliki fisik yang bagus dan tingkat keberhasilan reproduksi yang tinggi.

Akan tetapi, anda juga dapat membeli bibit-bibit berkualitas di tempat penjual jangkrik atau penyedia pakan hidup. Carilah bibit yang memiliki fisik yang sempurna.

Ciri-ciri indukan jangkrik yang berkualitas:

  • Sungut atau antena jangkrik masih panjang dan tidak pernah putus.
  • Tidak ada anggota tubuh yang hilang seperti kaki yang putus, atau bulu yang rusak.
  • Jangkrik dapat melompat jauh serta lebih gesit dari jangkrik lainnya.
  • Badan jangkrik berwarna coklat mengkilap.

Hindari indukan jangkrik yang kurang berkualitas seperti:

  • Jangkrik saat dipegang mengeluarkan cairan dari mulut ataupun anggota tubuh lainnya.
  • Induk jantan mengeluarkan derikan suara yang keras.
  • Permukaan sayap maupun punggungnya bergelombang dan kasar.
  • Pada bagian ekor indukan betina terdapat ovipositor (terdapat tiga bagian di ekor, yang bagian tengah merupakan ovipositor).
  • Ukurannya cenderung lebih besar dari lainnya.

Untuk membedakan antara jangkrik jantan dan betina, anda dapat melihatnya di bagian ekor. Pada jangkrik jantan, terdapat dua helai ekor, sedangkan betina memiliki satu helai lebih banyak yaitu tiga helai.

4. Mengawinkan jangkrik

Tempat budidaya mengawinkan jangkrik, sangat disarankan untuk terpisah dari tempat pembesaran anakan. 

Kondisi tempat budidaya dibuat mirip seperti di alam. Misal, di dalam kandang diberikan tanah dan pasir serta beberapa tumbuhan dan batu-batuan.

Jangkrik yang akan dikawinkan harus berasal dari jenis dan spesies yang sama. Bila berbeda jenis, maka perkawinan tidak akan terjadi.

Untuk perbandingan antara indukan betina dan jantan adalah betina 10 : jantan 2. Jadi, bila indukan betina 100 ekor, masukan indukan jantan 20 ekor.

Seperti yang sudah disebutkan diatas, di dalam kandang diberikan tanah serta pasir dengan tujuan sebagai tempat peneluran nantinya.

Jangkrik jantan akan mengeluarkan suara khas jangkrik secara terus menerus selama periode masa kawin masih berlangsung.

Tips dalam measa perkawinan: 

  1. Asupan makanan jangkrik tidak boleh kekurangan. Anda dapat memberikan pakan jangkrik berupa kubis, sawi, kangkung, bayam, daun pepaya, maupun jenis sayuran hijau lainya.
  2. Rutin mengganti pakan yang ada didalam kandang, karna bila tidak pakan akan membusuk dan membau.
  3. Agar perkawinan berjalan lancar, anda dapat memberikan ramuan khusus berupa bekatul, tepung ikan, kuning telur bebek yang telah direbus dan dihaluskan. Jika perlu, berikan jangkrik vitamin dan suplemen.

5. Penanganan jangkrik setelah bertelur

Pada umumnya, telur jangkrik akan menetas sekitar 7 hingga 20 hari dihitung dari sejak pertama perkawinan.

Setelah 5 hari induk betina bertelur, anda dapat memisahkan indukan dari telur. Hal ini untuk mengantisipasi agar si induk tidak memakan telur nya sendiri.

BACA JUGA: Cara meningkatkan nafsu makan sugar glider

Diamkan telur-telur itu hingga mereka menetas dengan sendirinya. Warna telur yang telah dibuahi oleh sang jantan akan berubah dari semula bening menjadi keruh.

Biasanya, telur akan menetas setelah 4 hingga 5 hari dihitung sejak awal sang jantan dan betina dikawinkan. 

Proses Panen

Dalam budidaya ternak jangkrik, proses panen dapat anda lakukan di dalam dua tahapan berbeda. 

Pertama, anda dapat memanen saat masih berbentuk telur-telur jangkrik. 

Dan yang kedua, anda dapat memanen saat mereka sudah menjadi jangkrik dewasa.

Agar kamu lebih paham dalam persiapan proses panen jangkrik dalam dua tahapan, berikut adalah tahapan-tahapannya.

1. Saat masih menjadi telur

Dalam menjual hasil panen jangkrik, harga jual telur jangkrik akan jauh lebih tinggi dibandingkan saat sudah menjadi jangkrik.

Saat masih menjadi telur, anda dapat menjualnya kepada para peternak jangkrik untuk jangkrik pembesaran.

Atau anda dapat menjualnya kepada penjual hewan atau menjadi distributor. Harganya sendiri, setiap pembeli berbeda-beda kesepakatan harga jual.

2. Saat sudah menjadi jangkrik

Jangkrik dapat anda panen saat usia mereka merangkak 30 hari, dihitung saat telah mereka menetas.

Anda dapat menjadwal tanggal panen agar sesuai dengan tenggat waktu bisnis anda. 

Saat sudah menjadi jangkrik, anda dapat menjualnya di toko-toko burung atau pakan hewan. 

BACA JUGA: 7 jenis makanan terbaik untuk konin

Tips budidaya jangkrik

Sama seperti budidaya hewan lainnya, budidaya jangkrik pun tak luput dari gangguan yang akan menghalang. 

Karna sekarang kami sedang membahas soal budidaya jangkrik, kami akan berikan tips and trik budidaya jangkrik sebagai berikut:

  1. Hindari jangkrik dari bahaya hewan lainnya seperti tikus, kecoa, semut, tokek, cicak, laba-laba, dan hewan pengganggu lainnya.
  2. Berikan makanan dalam skala besar, hal ini disebabkan jangkrik dapat menjadi kanibal bila makanan yang tersedia sedikit.
  3. Pemberian pakan untuk anakan jangkrik yang berumur antara 1 hingga 20 hari adalah pakan voor, beras merah, dan juga jagung kering yang sudah digiling dan dihaluskan. Dan juga anakan jangkrik dapat diberikan sayur-sayuran atau jagung muda berusia sudah lewat dari 10 hari.
  4. Jaga agar kondisi di dalam kandang tetap higienis dan bersih dari penyakit dan kotoran.
  5. Maksimalkan agar kondisi kandang selalu lembab dan gelap.
  6. Buang dan ganti pakan setiap harinya agar tidak membusuk dan membuat bau kandang.
  7. Jika kandang untuk budidaya baru, disarankan untuk dicuci nya terlebih dahulu agar bay vinil pada triplek hilang.
  8. Pantau air yang ada di mangkuk pada kaki-kaki kandang tetap banyak agar tidak ada hewan mengganggu masuk.

BACA JUGA: Cara membuat konsentrat dan comboran sapi

Itu dia tahapan-tahapan yang harus anda lakukan dalam beternak jangkrik. Langkah-langkah yang kami sampaikan sudah sangat detail se detail-detailnya. Oleh sebab itu, agar hasil yang anda dapatkan maksimal, cermati dengan seksama artikel ini.