Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bolehkah Mencium Anak pada Bagian Bibir? Ini Penjelasan dari Psikolog

Bolehkah Mencium Anak pada Bagian Bibir? Ini Penjelasan dari Psikolog
Karna terlalu sayangnya orang tua pada anak, terkadang banyak orang tua yang selalu dekat dan melakukan sesuatu yang bersifat menyentuh satu sama lain atas dasar ungkapan kasih sayang.

Seperti yang paling banyak orang tua lakukan ialah mencium bibir anak-anaknya. Walau orang tua menganggap itu adalah hal wajar, tapi nyatanya beberapa ahli tidak membenarkan tindakan tersebut.

Dampak bila orang tua mencium anak pada bagian bibir

Banyak yang akan terjadi dan akan mempengaruhi psikologi anak pada saat mereka sudah dewasa. Seperti yang akan kami jelaskan dibawah, beberapa faktor yang akan mempengaruhi anak bila anak diciumi bibirnya, cekidot.

BACA JUGA: 5 bahaya bila menyimpan hp di bawah hp

1. Menjadikan anak tidak paham batasan privasi

Saking sayangnya pada anak, beberapa orang tua sering kali menciumi bibir anak-anak mereka. Namun kenyataannya, hal ini tidak dibenarkan oleh para psikologi.

Sebut saja psikolog yang bernama Charlotte Reznick yang berasal dari Amerika, ia menjelaskan bahwa bibir dan juga mulut merupakan salah satu tubuh privasi anak.

Dengan demikian, bila menciumi bibir anak terus menerus, maka anak akan merasa bahwa anggota tubuh mereka terbuka dan seseorang dapat menyentuh area tersebut tanpa masalah. 

Tak hanya itu, hal inipun termasuk ke cara menggunakan pakaian ketat, mencekok mereka untuk memaksa anak makan, dan bercanda secara atau terlalu agresif.

Bila dibiarkan takutnya anak malah mengidap "victim syndrome" atau ketidakmampuan untuk mengatakan "tidak" serta mengelola batasan kepribadian mereka sendiri. 

2. Tidak higienis

Masalah tidak higienis memang menjadi pokok utama permasalahan orang tua tidak boleh menciumi bibir anak, walau keduanya telah sama-sama membersihkan diri mereka.

BACA JUGA: Penjelasan kepribadian Alter Ego, gila atau bukan?

Menurut sejumlah dokter, terutama dokter gigi mengatakan bahwa beberapa mikroba dengan jumlah besar yang memungkinkan tidak menginfeksi orang dewasa, namun rawan kepada anak-anak dapat tertular oleh orang tuanya.

Terlebih lagi mengingat bahwa anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang jauh lebih lemah dari orang dewasa akan memperburuk keadaan bila hal ini terjadi.

Menurut psikolog Charlotte Reznick sendiri, beberapa infeksi yang lebih parah akan ditularkan oleh masuknya air liur orang tua pada anak. 

3. Membuat anak lebih berani menyentuh privasi orang lain atas dasar ungkapan kasih sayang

Tak hanya membuat anak membebaskan privasinya disentuh oleh orang lain, anakpun akan lebih mudah menyentuh privasi orang lain atas dasar kasih sayang.

Karna, sejatinya anak akan mengikuti seluruh apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Jadi, bila orang tuanya selalu mencium bibir nya sebagi ungkapan kasih sayang, anakpun akan mempraktekkan kepada orang lain sebagai ungkapan kasih sayang.

BACA JUGA: Presiden dapat Lengser apabila datang ke kota Kediri

Terlebih lagi menurut psikolog menyatakan bahwa sebagian besar anak-anak belajar sesuatu dengan cara meniru. Kemungkinan besar mereka akan mengulangi cara yang sama dengan yang lain, tanpa menyadari adanya implikasi intim dari apa yang mereka lakukan.

Nah, itu dia 3 jawaban yang paling utama dari para psikologi. Dan yang paling harus diperhatikan adalah apa dampaknya bila anak sudah dewasa, seperti yang sudah dijelaskan diatas. Mungkin menurut anak tersebut dianggap sopan, namun bagi orang yang meilhatnya mungkin itu tidaklah wajar.

Tapi, semua tergantung pada orang tuanya juga. Bila orang tua merasa anak tidak masalah diperlukan seperti itu, ya tidak apa-apa juga. Yang terpenting adalah cara menjaga sopan santun anak dimuka umum. Itu yang akan dicerminkan dan akan diperlihatkan pada khalayak ramai. Baca selengkapnya hanya di www.manggihdong.com.