Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Singkat Berdirinya Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Majenang

Sejarah Singkat Berdirinya Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Majenang
Bagi warga Majenang tentunya tidak asing lagi dengan satu rumah sakit yang berdiri gagah di kota Majenang, yaitu Rumah sakit umum daerah (RSUD) Majenang.

Seperti tempat-tempat lain pada umumnya yang memiliki sejarah sehingga tempat itu dilahirkan, RSUD Majenang pun nyatanya memiliki sejarah yang cukup berarti.

Sejarah berdirinya RSUD Majenang

Rumah sakit umum daerah Majenang ini didirikan pada tahun 1969 dengan nama pertama yang digunakan ialah rumah sakit pembantu Majenang, dengan kapasitas tempat tidur 15 buah.

BACA JUGA: 30 fakta orang pertama dalam Islam yang wajib diketahui

Kemudian, tempatnya pada tahun 1972 terjadi perubahan sebagai status nya yang tadinya rumah sakit pembantu menjadi Puskesmas Rawat Inap Utama di Majenang dan sekitarnya.

Berdasarkan surat keputusan menteri kesehatan republik Indonesia nomor : 1410/Menkes/XII/1997 tanggal 8 Desember 1997 diubah kembali statusnya menjadi rumah sakit kelas C dengan nama rumah sakit umum daerah Majenang yang diresmikan oleh Dirjen Pelayanan Medik Depkes RI pada tanggal 30 April 1998.

Kemudian, terbitlah peraturan bupati Cilacap nomor : 446/37/36/Tahun 2012, RSUD Majenang ditetapkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dalam tata keuangan, tetapi pelaksanaannya baru efektif pada tahun 2013.

Dasar dari pelaksanaan RSUD Majenang menjadi BLU ialah:

  • Undang – Undang, Nomer 44 Tahun 2009, Tentang Rumah Sakit
  • Peraturan Pemerintah, Nomer 23 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan BLUD
  • Peraturan Menteri Dalam Negri, Nomer 61 Tahun 2007, Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan BLUD.

Dengan demikian, RSUD Majenang menjadi salah satu RSU non pendidikan milik kabupaten Cilacap yang letaknya berada di Jl. Dr. Soetomo No. 54 Majenang. 

Spesialis apa saja yang dimiliki RSUD Majenang kala itu?

Pada saat RSUD Majenang dinyatakan menjadi BLUD, kapasitas tempat tidur bertambah menjadi 155 tempat tidur yang tadinya hanya 15, dan melayani empat spesialis dasar diantaranya:

  1. Spesialis kebidanan dan penyakit kandungan
  2. Spesialis penyakit dalam
  3. Spesialis penyakit anak
  4. Spesialis bedah

Dan melayani empat spesialis luar diantaranya:

  1. Spesialis mata
  2. Pelayanan penunjang (Hemodialisa, Laboratorium, Rontgen, ICU, Rehabilitasi medik (Phisioterapy), dan ruang rawat inap berjumlah 3 buah yang terdapat ruang VIP dengan fasilitas yang memadai)

Letak RSUD Majenang cukup strategis, karna berada tepat di jalur jalan utama bagian selatan kota Majenang yang menghubungkan Propinsi Jawa Barat dengan propinsi Jawa Tengah, dan juga Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jarak kota Majenang sendiri ke ibukota kabupaten Cilacap yaitu kota Cilacap adalah kurang lebih 83 km. Sedangkan jarak ke kota terdekat yang berada di Provinsi Jawa Barat yaitu Banjar Patroman adalah kurang lebih 30 km.

Dengan berdirinya RSUD Majenang menjadikan RSUD Majenang ialah rumah sakit rujukan bagi puskesmas yang terletak di sekitar kab. Cilacap bagian barat yakni Ex-Distrik (4 Kecamatan Sekitar) Majenang, Ex-Distrik Sidareja (6 Kecamatan Sekitar), dan kecamatan Salem kabupaten Brebes yang jaraknya hanya berkisar 20 km.

RSUD Majenang sendiri telah dinyatakan lulus Akreditasi Departemen kesehatan Republik Indonesia, dengan sertifikat Akreditasi rumah sakit, No. YM.01.10/III/497/09, tanggal 18 February 2009 yang meliputi

BACA JUGA: Presiden dapat Lengser apabila datang ke kota Kediri, mitos atau fakta?

  • Pelayanan medis
  • Pelayanan gawat darurat
  • Pelayanan keperawatan
  • Administrasi dan manajemen, serta rekam medis
Nah itu dia sejarah berdirinya RSUD Majenang yang sekarang menjadi rumah sakit runruju di sekitarnya dan menjadi rumah sakit andalan serta kebanggaan masyarakat kota Majenang. Sekian sejarah berdirinya RSUD Majenang, semoga bermanfaat untuk kalian agar mengetahui sejarah kota sendiri.