Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Merawat Burung Elang Agar Tidak Stres dan Mengetahui Keunikan Burung Elang

Cara Merawat Burung Elang Agar Tidak Stres dan Mengetahui Keunikan Burung Elang
Cara Merawat Burung Elang dan Keunikannya - Cara Merawat Burung Elang dan Keunikannya ini sangat unik. Burung elang Alam dan segala isinya  memang ada keberagaman isinya, salah satunya adalah binatang. Binatang di alam ada bayak sekali jenisnya, mulai dari mamalia hingga burung. Kalau jenis-jenis burung memang ada banyak sekali salah satunya ada burung elang. Burung elang ini memang sangat terkenal bahkan siapa saja pasti tahu apa itu burung elang.

BACA JUGA: Cara mengawinkan burung murai batu agar cepat bertelur tanpa gagal

Dan ciri-ciri dari Burung Elang sendiri yang perlu diketahui adalah memiliki tubuh yang besar, dan nampak kekar dan kuat. Selain itu kekuatan dari elang juga ada pada paruhnya, dan perawakan burung ini termasuk yang besar dibandingkan dengan jenis burung yang lain. Makanya burung ini juga menjadi salah satu burung yang ditakuti oleh beberapa hewan lainnya.

Burung elang adalah termasuk ke dalam unggas, dan kalau unggas tentunya dalam berkembang biak pasti caranya adalah bertelur. Sarang dari elang memiliki cangkang yang keras, karena itu memang sengaja dibuat supaya anak-anak elang bisa terlindungi setelah menetas hingga bisa terbang. Burung elang memang memiliki paruh yang kuat, namun uniknya paruhnya tidak bergigi. elang bisa mengoyak mangsanya dengan menggunakan paruhnya yang berbentuk melengkung. 

Biasanya burung akan memakan biji-bijian, namun elang berbeda, karena burung  merupakan burung pemangsa dan karnivora. Makanan utama dari elang adalah hewan seperti tikus, kadal, tupai, ayam, beberapa jenis serangga, dan bahkan ular juga di mangsa oleh elang. Karena elang adalah burung pemangsa maka ia memiliki kaki yang kuat dan digunakan untuk mencengkeram mangsanya. Kaki elang sangat kuat dan memiliki kuku yang melengkung, tajam, dan kuat.

BACA JUGA: 7 jenis makanan terbaik untuk konin

Burung elang selain memiliki kaki yang kuat dan kuku tajam, dalam memburu mangsanya elang juga memiliki mata dengan penglihatan yang tajam. Penglihatan yang tajam tersebut sangat berguna dalam mencari mangsa dari jarak yang jauh. Sebagai hewan aves, maka tentunya terbang dan juga memiliki sistem pernapasan yang baik. Bahkan kadar oksigen yang bisa disimpan di dalam pundi-pundi udara elang bisa dalam volume yang banyak.

Setiap makhluk hidup yang memiliki darah pasti memiliki jantung, begitu pun dengan elang. Jantung pada elang memiliki empat bilik sama seperti manusia. Untuk bilik yang atas juga disebut dengan atrium dan bilik bagian bawah disebut sebagai ventrikel. Setiap hewan pastinya memiliki berbagai jenisnya masing-masing, bahkan jika masuk ke dalam klasifikasi kelas dan famili yang sama namun belum tentu jenis spesiesnya sama.

BACA JUGA: Cara merawat burung sogon hasil Ombyokan agar cepat gacor

Bagaimana  Cara Merawat Burung Elang dan Keunikannya? 

Kecepatan terbang elang sudah tidak bisa diragukan lagi, karena memang ia membutuhkan kecepatan tinggi untuk mengincar mangsanya. Bahkan kecepatan terbangnya bisa sampai 300 kilometer per jam, sehingga memungkinkan elang bermigrasi ke seluruh belahan dunia ketika sedang musim.

Sama halnya dengan burung merpati, elang juga termasuk binatang yang setia dengan pasangannya. Hal ini terbukti dengan kebanyakan elang yang monogamy atau memiliki satu pasangan saja. Burung elang memang memiliki perkembangbiakan yang lambat karena elang hanya bertelur sekali dalam setahun, itu juga jika kondisi mendukung. Dan telur yang di erami setiap tahunnya juga tidak banyak hanya dua atau tiga telur saja. 

BACA JUGA: Cara agar burung Lovebird ngekek panjang dan durasian

Usia burung elang rata-rata memang bisa hingga tujuh puluh tahun, namun ia mengalami penurunan fisik pada usia empat puluh  tahun. Semakin tua usia elang maka semakin berkurang juga aktivitasnya di udara.Penurunan fisik yang dialami sejak usia empat puluh tahun adalah dimulai dari merontoknya bulu, paruhnya melengkung ke bawah hingga ke dada, sayapnya juga akan sulit di kepakan.

Jika memang sudah mengalami hal yang seperti ini maka elang sulit untuk mencari makanan dan mangsa. Dan akhirnya ia menjadi lemah dan menjadi mangsa dari predator lain. Mungkin hal ini masih tabu dan terdengar aneh, untuk apa elang melakukan transformasi. Burung elang melakukan transformasi guna menghindari kematian dan memperpanjang hidupnya. Caranya, elang akan terbang ke puncak gunung kemudian ia akan membuat sarang di sana. 

Di sarang yang ada di puncak gunung itulah elang akan melakukan transformasi yang menyakitkan dalam waktu Ratusan hari. Di sana elang akan mematukkan paruhnya sampai patah dan tumbuh lagi. Selain itu ia juga akan mencabut cakar dan juga bulunya dan menunggu sampai lima bulan agar bisa terbang lagi.

BACA JUGA: Cara merawat burung konin agar cepat gacor

Burung elang adalah burung yang suka dengan alam bebas dan sudah terbiasa dengan terbang bebas. Jadi kalau Anda mau memelihara elang alangkah baiknya jika Anda tidak menempatkan elang di kandang.  Anda tempatkan saja elang di luar dan beri tempat untuk elang bertengger.Kalau Anda memaksakan untuk di dalam kandang malah membuat elang stres. Supaya elang tidak lepas ketika ditempatkan di luar, Anda bisa memberi tali maupun gantungan. 

Selain karena masalah stres, jika elang ditempatkan di kandang juga bisa menyebabkan kerusakan pada bulunya. Dan kalau Anda mau melakukan penjinakan ataupun pelatihan akan semakin sulit. Berikan Asupan Makanan dan Kombinasikan Karena memang elang adalah hewan yang pemakan daging atau karnivora, maka Anda juga perlu memberi makan berupa daging.

Namun jika Anda merasa keberatan akan harga daging makanan elang, Anda bisa mengkombinasikan dengan makanan lainnya. Makanan alternatifnya adalah seperti daging burung pipit, burung gereja, atau mungkin juga ikan seperti ikan lele.itulah artikel  Cara Merawat Burung Elang dan Keunikannya itu dibuat, semoga bermanfaat dan kami sampaikan terimakasih.