Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Antara Metode Pembelajaran E-learning dengan Konvensional

Perbedaan Antara Metode Pembelajaran E-learning dengan Konvensional
Dalam proses belajar mengajar, pastinya anda mengenal metode proses belajar mengajar yang paling banyak digunakan. Terdapat dua metode pembelajaran yang paling banyak digunakan, yaitu metode pembelajaran E-learning dan metode pembelajaran Konvensional.

Seringkali orang-orang masih belum paham perbedaan antara kedua metode ini. Padahal, metode e-learning dan juga metode konvensional memiliki sebuah perbedaan yang sangat signifikan. Apa saja perbedaan antara metode pembelajaran e-learning dan konvensional? Langsung saja simak dibawah ini.

Penjelasan metode pembelajaran E-learning

Metode pembelajaran e-learning adalah pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh (distance learning) yang memanfaatkan kecanggihan teknologi seperti komputer, handphone, Internet, dll.

BACA JUGA: Contoh soal-soal kelas X Mapel TDO tahun ajaran 2020/2021

Melalui pembelajaran e-learning memungkinkan pelajar untuk mengikuti pembelajaran di tempat atau rumah mereka masing-masing tanpa harus pergi secara fisik ke tempat pembelajaran atau yang biasa disebut kelas.

E-learning sering disebut dan dipahami sebagai metode pembelajaran berbasis web yang dapat diakses melalui jaringan lokal atau internet.

Sebenarnya, pembelajaran e-learning tidak hanya didistribusikan melalui on-line, namun juga dapat didistribusikan secara offline dengan menggunakan media CD/DVD. Cara inipun termasuk dari metode pembelajaran e-learning.

Dengan demikian, pelajar dapat memanfaatkan CD/DVD tersebut untuk belajar di tempat mereka berada. Dan juga, dengan ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan pelajar yang didistribusikan melalui CD/DVD.

Penjelasan metode pembelajaran Konvensional

Berbeda dengan metode pembelajaran e-learning yang dilakukan secara jarak jauh atau distance learning, pembelajaran konvensional dilakukan secara tatap muka antara pengajar dengan pelajaran secara lisan.

BACA JUGA: Contoh soal PAS 1 mapel sejarah bahasa Indonesia kelas X

Dengan menggunakan metode ceramah, metode pembelajaran inipun sering disebut sebagai metode pembelajaran tradisional. Karna perantara lisan untuk mendistribusikan materi sudah dilakukan sejak zaman dulu kala.

Dalam metode pembelajaran konvensional ini, ditandai dengan ceramah yang dilakukan oleh pengajar yang diiringi dengan penjelasan serta pembagian tugas dan latihan soal.

Ciri-ciri pembelajaran konvensional:

  1. Siswa atau pelajar adalah penerima informasi secara pasif, dimana siswa menerima pengetahuan dari guru dan pengetahuan diansumsinya sebagai badan dari informasi dan juga keterampilan yang dimiliki sesuai standar.
  2. Belajar dilakukan secara individual oleh setiap pelajar.
  3. Pembelajaran sangat abstrak dan juga teoritis.
  4. Perilaku dibangun atas kebiasaan sehari-hari.
  5. Kebenaran bersifat absolut dan juga pengetahuan bersifat final.
  6. Pengajar atau guru menjadi penentu jalannya proses pembelajaran.
  7. Perilaku baik pelajar berdasarkan motivasi ekstrinsik.
  8. Interaksi diantara luas.

Namun, walau metode pembelajaran konvensional memiliki beberapa kelebihan, juga metode ini memiliki beberapa kelemahan. Diantaranya:

Keunggulan metode pembelajaran konvensional

  1. Berbagi informasi yang tidak mudah ditemukan di tempat lain.
  2. Dapat menyampaikan informasi dengan cepat.
  3. Membangkitkan minat akan informasi yang diberikan.
  4. Mengajari peserta didik dengan cara belajar terbaiknya yaitu mendengarkan.
  5. Mudah digunakan dalam proses belajar mengajar.

Kelemahan metode pembelajaran konvensional

  1. Kegiatan belajar adalah memindahkan pengetahuan dari pengajar ke pelajar. Tugas pengajar yaitu memberikan tugas dan materi, sedangkan tugas pelajar yaitu menerima dan mencerna.
  2. Kegiatan pembelajaran sama persis samacam mengisi botol kosong dengan pengetahuan. Peserta didik merupakan penerima pengetahuan yang pasif sehingga dapat dengan mudah mencerna materi.
  3. Pembelajaran konvensional lebih cenderung mengkotak-kotakkan peserta didik, dengan kata lain mengelompokkan.
  4. Kegiatan belajar mengajar lebih menekankan pada hasil daripada proses yang dilakukan.
  5. Metode pembelajaran ini memacu peserta didik dalam berkompetisi bagaikan ayam aduan. Yaitu, peserta didik diharuskan untuk bekerja keras agar dapat mengalahkan teman-teman sekelasnya. Siapa yang lebih kuat dia yang akan menang dan juara kelas.

Pengajar sering bertindak memperhatikan proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar mengajar. Jadi ringkasnya;

BACA JUGA: Soal PAS 1 mapel seni budaya kelas X

Perbedaan metode pembelajaran konvensional dengan pembelajaran e-learning

Jadi perbedaannya adalah, jika pembelajaran e-learning itu dilakukan secara online, melalu bantuan internet. Jadi, pembelajaran ini dilakukan secara tidak tatap muka, melainkan melalui perangkat elektronik berupa HP maupun komputer yang dapat dilakukan secara jarak jauh.

Sedangkan pembelajaran konvensional itu dilakukan secara langsung bertemu dan tatap muka antara pengajar dengan pelajar, biasanya metode pembelajaran konvensional dilakukan di kelas.

Nah, itu dia penjelasan perbedaan antara metode pembelajaran e-learning dengan konvensional. Sangat jauh berbeda bukan? Nah, jadi kalian lebih suka yang mana? Metode pembelajaran e-learning atau konvensional?